BAB III.
METODE MENGEMBANGKAN KECEPATAN MEMBACA
Yang perlu di ingat adalah bahwa kecepatan dan keefektifan membaca itu bukan merupakan bawaan. Kemampuan membaca adalah kemampuan yang merupakan hasil latihan, yang barangkali di dukung oleh factor-faktor bawaan tertentu.
Kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa untuk tujuan tertentu , kita perlu menggunakan kemampuan membaca cepat untuk mengambil makna bahan bacaan secara efektif dan efesien. Ambillah contoh ketika kita di hadapkan pada sebuah buku menarik di sebuahtoko buku , sementara waktu yang tersedia terbatas , serta kantung tidak memungkinkan membeli buku tersebut . untuk mengetahui keseluruhan isi buku tersebut secara cepat perlu teknik tertentu dalam membaca cepat atau misalnya kita menghadapi ujian sekolah.
Persoalannya sekarang ialah bagaimana cara meningkatkan kecepatan membaca yang kita miliki hingga sampai taraf yang efektif. Ada beberapa metode yang telah di kembangkan untuk meningkatkan hal ini . Metode yang di anggap efektif dalam meningkatkan kecepatan membaca adalah :
3.1 Beberapa metode yang pernah dikembangkan
1. Metode kosakata
Metode kosakata adalah metode mengembangkan kecepatan membaca melalui pengembangan kosakata . Artinya metode ini mengarahkan perhatian pada aspek perbendaharaan kata seorang pembaca .
Dasar pikiran metode ini sudah jelas , yaitu semakin besar dan semakin banyak perbendaharaan kata seseorang , semakin tinggi kecepatan membacanya
2. Metode motifasi (minat)
Cara kerjanya ialah memotifasi pada para pemula dengan berbagai macam rangsangan bacaan yang menarik sehingga tumbuh minat membacanya. Dari sini kemudian diharapkan muncul kebiasaan membaca tinggi , yang pada akhirnya meningkat pula kecepatan dan pengalaman terhadap bacaan .
Pikiran yang yang mendaari lahirnya metode ini ialah semakin tertarik atau berminatnya seseorang pada jenis buku tertentu , semakin tinggi kecepatan dan pemahaman seseorang .
3. Metode bantuan alat
Metode ini dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan dan kecermatan membaca anak didik adalah melatih kecepatan membaca itu dengan bantuan alat. Metode ini memperoleh hasil cukup memuaskan . terjadi peningkatan membaca yang memadai. Akan tetapi ,pada akhirnya diketahui efek negativnya , adanya ketergantungan pada alat bantu yang digunakan.
4. Metode gerak mata
Metode gerak mata adalah metode yang paling banyak dipakai dan dikembangkan orang pada saat ini , baik untuk pengajaran membaca permulaan , maupun bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kecepatan membacanya. Yaitu dengan mengembangkan kecepatan membaca dengan meningkatkan kecepatan gerak mata.
3.2 membaca pada kecepatan lebih dari 5000 kata permenit
Ada saatnya kita dituntut untuk membaca pada kecepatan yang lebih tinggi lagi dari kebiasaan semula. Ini bersifat kebetulan dan insidental saja. Misalnya, pada suatu ketika kita diharuskan mengetahui atau membuat ringkasan sebuah buku yang tebal dengan waktu yang terbatas.
Ada suatu teknik membaca khusus untuk ini, yaitu bagaimana kita dapat membaca dengan kecepatan lebih dari 5000 kata permenitnya. Atau dengan kata lain, kita dapat membuat ringkasan sebuah buku yang tebalnya 150 halaman dalam waktu 30menit saja. Caranya adalah dengan membaca paragraph.
Untuk membaca pada tingkat kecepatan ini kita harus membaca antar paragraf saja. Maksudnya, untuk meningkatkan kecepatan itu pembaca harus melihat paragraf-paragraf saja. Ada bermacam-macam jenis paragraph ditinjau dari isinya, ada paragraph yang berisi gagasan utama bacaan, ada paragraph yang sifatnya mendukung paragraph isi, misalnya paragraph ilustrasi, paragraph contoh, paragraph pengembangan, dan sebagainya. Ada juga paragraph transisi, yaitu paragraph yang hanya memindahkan gagasan suatu paragraph keseuatu paragraph yang lain.
Yang menjadi tujuan utama membaca cepat adalah memahami isi pokok bacaan dan agak mengesampingkan detail-detail penjelasannya. Oleh karena itu, yang harus segera dikenali adalah proses membacanya dengan kata-kata kunci dan petunjuk-petunjuk gagasan pokok lainnya.
Sehubungan dengan pencarian kata kunci pada setiap paragraph (untuk mencari gagasan utama), sebaiknya perlu diketahui struktur-struktur dasar sebuah paragraph. Pada umumnya struktur paragraph itu terdiri dari lima macam, yaitu:
1. Gagasan utama terdapat diawal paragraph (kalimat pertama).
2. Gagasan utama terdapat diakhir paragraph (kalimat terakhir).
3. Gagasan utama terdapat ditengah paragraph.
4. Gagasan utama terdapat diawal dan akhir paragraph.
5. Gagasan utama itu harus dicari sendiri oleh pembaca dengan cara menduga-duga.
Disinilah kunci dari membaca antar paragraph itu, membaca gagasan utama paragraph demi gagasan utama paragraph. Bila prosedur ini dapat dilalui pada saat kegiatan membaca berlangsung, maka kita telah membaca dengan kecepatan melampaui 5000 kata permenitnya.
Yang perlu segera dikenali adalah kata-kata kunci, yaitu kata-kata yang berfungsi sebagai indicator bahwa sebuah kalimat mengandung gagasan utama atau tidak.
Sebagai panduan untuk membaca antar paragraph ini, barangkali perlu diikuti prosedur membaca paragraph berikut ini.
1. Telitilah kalimat utama, mungkin mengandung gagasan utama paragraph.
Pada paragraph-paragraf yang bersifat induktif, pad umumnya gagasan utama ini ada pada awal paragraph.
2. Jika prosedur pertama bukan, telitilah dengan kalimat terakhir.
Prosedur kedua ini maksudnya, bila pada kalimat pertama kita belum pasti dengan gagasan utamanya, maka teliti kalimat terakhirnya. Inti terutama berlaku pada paragraph-paragraf yang bersifat deduktif, yaitu kesimpuln ada diakhir bagian karangan setelah pengungkapan data-data.
3. Jika prosedur kedua bukan, telitilah keseluruhan paragraph dan cari fakta-faktanya.
Prosedur ketiga ini menyarankan agar pembaca mencari sendiri gagasan utama paragraph. Ini berlaku pada paragraph-paragraf yang gagasan utamanya kurang jelas, dalam arti bahwa gagasan utama itu menyebar dikeseluruhan bagian paragraph.
4. Perhatikan dengan cermat kata-kata yang tercetak tebal, bergaris bawah, atau bercetak miring.
Biasanya pada buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit yang baik, pembaca akan dibantu membacanya denga n tanda-tanda khusus. Misalnya, pembedaan istilah-istilah penting dengan menceteknya lebih tebal atau miring, penggunaan diagram-diagram, atau tanda khusus yang lain.
3.3 macam-macam gerak mata pada membaca cepat
Dilihat dari cara bergeraknya bola mata, membaca cepat dapat dibedakan menjadi tiga macam:
1. Membaca dengan gerak mata horizontal (mengikuti gerak baris-baris bacaan).
2. Membaca dengan gerak mata vertical (arah gerak pandangan mata menyamping kebawah).
3. Membaca dengan gerak mata membentuk spiral.
Jika dihubungkan dengan adanya beberapa jenis membaca dilihat dari jarak pandangannya, membaca dengan gerak mata horizontal ini sejajar dengan cara membaca kata demi kata atau membaca frase demi frase. Sedangkan membaca dengan gerak mata vertical dan spiral dapat disejajarkan dengan cara membaca unit-unit pikiran karena pembaca hanya melihat gagasan-gagasan utama atau ide-ide yang dibutuhkan.
Seorang pembaca dengan gerak mata secara vertical, pandanga matanya diarahkan dari atas kebawah secara cepat. Pada saat dirasa ada hal-hal yang penting (rumus, defenisi, kata-kata kunci, atau unsure-unsur yang memang sedang dicari), kecepatan secara otomatis diperlambat.
Ada yamg bisa digunakan sebagai indicator untuk menandai unit-unit pikiran ini. Unsure yang nyata dan mudah dikenali adalah adanya kata-kata kunci. Kata-kata kunci merupakan indicator unit-unit pikiran atau gagasan utama, misalnya:
1. Adalah
2. Perhatikan hal berikut ini
3. Ingat hal ini
4. Yamg penting adalah
5. Sebagai kesimpulan dan sebagainya
Sedangkan kata-kata yang menunjukkan unsure-unsur yang kurang penting (gagasan penunjang) misalnya:
1. Bisa dikatakan juga dengan
2. Misalnya
3. Atau
4. Dengan kata lain
5. Sebagai ilustrasi adalah
6. Sebagai bukti adalah
7. Artinya dan sebagainya
3.4 Tipe-tipe pembaca yang tidak efisien
yang akan diterangkan sebagai tipe pembaca yang tidak efesien itu adalah sebagai berikut:
1. Tipe pembaca yang memvokalkan apa yang dibacanya.
yang dimaksud dengan tipe pembaca ini adalah pembaca yang suka membaca dengan suara keras.
Adakah yang salah dari cara membaca semacam ini ? jelas, ia. Karena kecepatan membacanya disamakan dengan kemampuan bergeraknya alat ucap (bersuara). Jadi dengan kata lain kecepatan membaca disamakan dengan kecepatan berbicara.
Proses membaca adalah proses berfikir. Disini jelas bahwa kecepatan berfikir tidak sama dengan kecepatan berbicara. Kita mampu berfikir tentang berbagai hal dalam beberapa saat, secara rumit dan kompleks. jelas bahwa tindakan memvokalkan bahan bacaan ini sesuatu yang menghambat kecepatan membaca, sekaligus menghambat pemahaman. Kesimpulannya, pembaca jenis ini adalah pembaca yanag kurang efektif.
Ada tiga macam tipe pembaca ini, yaitu 1. Pembaca yang membaca dengan suara keras (nyaring)pada seluruh bacaan, 2. Pembaca yang hanya bergumam, 3. Pembaca yang mengikuti baris-baris bacaannya dengan gerakan mulut (tidak bersuara). Semuanya dapat dikatakan kurang efisien.
2. Tipe pembaca bergerak
Yang dimaksud dengan tipe pembaca bergerak adalah pembaca yang dalam perbuatan membacanya diikuti oleh gerak-gerik sebagian anggota badan, baik disengaja maupun tidak. Contohnya: membaca sambil menggigit-gigit ujung alat tulis,membaca sambil menggoyang-goyangkan kaki. Secara prinsip, factor ini tak mengganggu benar. Akan tetapi, menghilangkan kebiasaan ini akan menambah konsentrasi terhadap bacaan lebih sempurna.
3. Membaca sambil tiduran ( berbaring )
Cara membaca ini jelas merupakan kebiasaan membaca yang jelek. Terutama ditinjau dari segi kesehatan mata. Dengan membaca sambil tiduran, mata dipaksa bekerja lebih keras. Kelelahan mata adalah efek langsung dari cara membaca semacam ini.
4. Tipe pembaca yang tak berkonsentrasi
Ini juga salah satu kelemahan dari beberapa orang pembaca. Secara fisik seseorang sedang membaca. Pada baris-baris berikutnya tujuan membaca beralih menjadi berkhayal, perbuatan itu dilakukan dengan tidak disadari. Dan ini biasanya telah membudaya. Baru setelah ia sadar kembali, diteruskannya kegiatan membacanya. Inilah yang dimaksud dengan tipe pembaca yang tidak berkonsentrasi.
5. Teknik membaca skaning
Sejalan dengan tujuannya, ingin mengetahui isi buku secara menyeluruh dengan cepat, membaca skaning (scanning) sangat beruntung pada waktu. Jadi, seberapa banyak waktu tersedia.
Jadi, jika ingin memperoleh gagasan pokok bacaan ( buku ) secara tepat dan efisien, maka teknik skaninglah yang akan digunakan.
Langkah-langkah yang bisa ditempuh adalah sebagai berikut:
· Lihat daftar isi dan kata pengantar secara sekilas
· Telaah secara singkat latar belakang penulisan buku
· Baca bagian pendahuluan secara singkat
· Cari dalam daftar isi bab-bab yang penting. Cari dalam halaman-halaman buku bab yang penting tersebut, kemudian baca beberapa kalimat yang penting
· Baca bagian kesimpulan ( jika ada )
· Lihat secara sekilas adakah daftar pustaka, daftar indeks, atau apendiks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar