Rabu, 13 Maret 2013


Makna Kata dan Makna Istilah

Setiap kata atau leksem memiliki makna, namun dalam penggunaannya makna kata itu baru  menjadi jelas kalau kata itu sudah berada didalam konteks kalimatnya atau konteks situasinya. Berbeda dengan kata, istilah mempunyai makna yang jelas, yang pasti, yang tidak meragukan, meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu sering dikatakan bahwa istilah itu bebas dari konteks. Pada awalnya, makna yang dimiliki sebuah kata adalah makna leksikal, makna denotatif, atau makna konseptual. Namun, dalam penggunaannnya makna kata itu baru menjadi jelas kalau kataa itu sudah berada didalam konteks kalimatnya atau konteks situasinyaa. Makna kata masih bersifat umum, kasar dan tidak jelas.
Contoh: 1. Tangannya luka kena pecahan kaca.
              2. Lengannya luka kena pecahan kaca.
Jadi, kata tangan dan lengan pada kedua kalimat diatas adalah bersinonim, atau bermakna sama.
            Berbeda  dengan kata, maka yang disebut istilah mempunyai makna yang pasti, yang jelas, yang tidak meragukan, meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa istilah itu bebas konteks, sedangkan kata tidak bebas konteks. sebuah istilah hanya digunakan pada bidang keilmuan atau kegiatan tertentu.Umpamanya, kata tangan dan lengan yang menjadi contoh di atas. Kedua kata itu dalam bidang kedokteran mempunyai makna yang berbeda. Tangan bermakna bagian dari pergelangan sampai ke jari tangan; sedangkan lengan adalah bagian dari pergelangan sampai ke pangkal bahu. Jadi, kata tangan dan lengan sebagai istilah dalam ilmu kedokteran tidak bersinonim, karena maknanya berbeda.
 Dalam perkembangan bahasa memang ada sejumlah istilah , yang karena sering digunakan, lalu menjadi kosakata umum. Artinya, istilah itu tidak hanya digunakan didalam bidang keilmuannya, tetapi juga telah digunakan secara umum, diluar bidangnya.