NOMINA
BATASAN DAN CIRI NOMINA
Nomina sering juga disebut kata benda, dapat dilihat dari 3 segi, yakni segi semantis, segi sintaksis, dan segi bentuk.
Dari segi semantis, nomina adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian.
Nomina dari segi perilaku semantisnya
Tiap kata dalam bahasa manapun mengandung fitur-fitur semantik yang secara universal melekat pada kata tersebut. Nomina tidak terkecualikan.
Makna yang dalam bahasa indonesia dinyatakan oleh kata seperti kuda, dalam budaya manapun memiliki fitur-fitur semantik yang universal. Misalnya, kakinya ada empat, mata yang jumlahnya ada 2, warna tubuhnya bisa hitam,putih,coklat tau abu-abu.
Nomina dari segi prilaku sintaksisnya
Dengan mempertimbangkan fitur semantiknya, uraian tentang nomina dari segi perilaku sintaksisnya berikut ini akan dikemukakan berdasarkan posisi atau pemakaiannya pada tataran prasa. Pada frasa nominal berfungsi sebagai inti prasa.
Sebagai inti prasa nomina menduduki bagian utama, sedangkan pewatasnya berada di muka atau dibelakangnya. Bila pewatas frasa nominal itu berada di muka, pewatas ini umunya berupa numeralia atau kata tugas. Contoh : Lima lembar, seorang guru, beberapa sepir, nukan jawaban.
Nomina dari segi bentuknya
Dilihat dari segi bentuk morfologisnya, nomina terdiri atas 2 macam, yakni (1) nomina yang berbentuk kata dasar dan (2) nomina turunan.
Morfologi dan semantik nomina turunan
Dalam bahasa indonesia, kata dasar tertentu dapat langsung menjadi nomina dengan memakai afiks tertentu kecuali untuk menyatakan makna orang yang atau alat untuk (verba), yang umumnya dinyatakan dengan prefiks sendiri-sendiri. Kata seperti menang dan berani dapat dijadikan nomina hanya jika afiks yang dipakai adalah ke-an sehingga tercipta nomina kemenangan dan keberanian.
Frasa nominal
Sebuah nomina seperti buku dapat diperluas ke kiri atau kekanan perluasan kekiri dilakukan dengan meletakan, misalnya, kata penggolongannya tepat didepannya, dan kemudian di dahului lagi oleh numeralia. Contoh :
Numeralia Penggolongan Nomina
Dua Buah Buku
Tiga Helai Kertas
Lima Ekor Kera
PRONOMINA
Batasan dan ciri pronomia
Pronomia adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain.
contoh : perawat, dapat diacu dengan pronomina ia atau dia.
Ciri yang dimiliki pronomina ialah acuannya dapat berpindah-pindah karena bergantung kepada siapa yang menjadi pembicara/penulis, siapa yang menjadi pendengar,pembicara,atau siapa/apa yang dibicarakan.
Ada 3 macam pronomina dalam bahasa indonesia,yakni (1) pronomina persona, (2) pronomina penunjuk, dan (3) pronomina penanya.
PRONOMINA PERSONA
Pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang. PP dapat mengacu pada diri sendiri (pronomina persona pertama), mengacu pada orang yang diajak bicara (pronomina persona kedua), mengacu pada orang yang dibicarakan (pronomina persona ketiga).
PRONOMINA PENUNJUK
Pronomina penunjuk dalam bahasa indonesia ada tiga macam, yaitu (1) pronomina penunjuk umum, (2) pronomina penunjuk tempat, (3) pronomina penunjuk ikhwal.
PRONOMINA PENUNJUK UMUM
Pronomina penunjuk umum ialah ini, itu dan anu. Kata ini mengacu pada acuan yang dekat dengan pembicara/penulis, pada masa yang akan datang, atau pada informasi yang akan disampaikan.
PRONOMINA PENUNJUK TEMPAT
Pronomina penunjuk tempat dalam B. indonesia ialah sini, situ atau sana. Perbedaan pada ketiganya ada pada pembicaraan : dekat (sini), agak jauh (situ), dan jauh (sana).
PRONOMINA PENUNJUK IKHWAL
Pronomina penunjuk ikhwal dalam B. indonesia begini dan begitu. Titik pangkal pembedaannya sama dengan penunjuk lokasi : dekat (begini), jauh (begitu).
Contoh : Dia mengatakan begini
Jangan berbuat begitu lagi
Disamping begini dan begitu, adapula demikian yang artinya mencakup keduanya.
Contoh : memang kemarin dia mengatakan demikian
Dalam hal ini jauh dekatnya bersifat psikologis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar