Makna
Kata dan Makna Istilah
Setiap
kata atau leksem memiliki makna, namun dalam penggunaannya makna kata itu
baru menjadi jelas kalau kata itu sudah
berada didalam konteks kalimatnya atau konteks situasinya. Berbeda dengan kata,
istilah mempunyai makna yang jelas, yang pasti, yang tidak meragukan, meskipun
tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu sering dikatakan bahwa istilah itu bebas
dari konteks. Pada awalnya, makna yang dimiliki sebuah kata adalah makna
leksikal, makna denotatif, atau makna konseptual. Namun, dalam penggunaannnya
makna kata itu baru menjadi jelas kalau kataa itu sudah berada didalam konteks
kalimatnya atau konteks situasinyaa. Makna kata masih bersifat umum, kasar dan
tidak jelas.
Contoh:
1. Tangannya luka kena pecahan kaca.
2. Lengannya luka kena pecahan kaca.
Jadi, kata tangan dan lengan pada kedua kalimat diatas adalah bersinonim, atau bermakna
sama.
Berbeda dengan
kata, maka yang disebut istilah mempunyai makna yang pasti, yang jelas, yang
tidak meragukan, meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu, sering
dikatakan bahwa istilah itu bebas konteks, sedangkan kata tidak bebas konteks.
sebuah istilah hanya digunakan pada bidang keilmuan atau kegiatan tertentu.Umpamanya,
kata tangan dan lengan yang menjadi contoh di atas. Kedua kata itu dalam bidang
kedokteran mempunyai makna yang berbeda. Tangan bermakna bagian dari
pergelangan sampai ke jari tangan; sedangkan lengan adalah bagian dari
pergelangan sampai ke pangkal bahu. Jadi, kata tangan dan lengan sebagai
istilah dalam ilmu kedokteran tidak bersinonim, karena maknanya berbeda.
Dalam perkembangan bahasa memang ada sejumlah
istilah , yang karena sering digunakan, lalu menjadi kosakata umum. Artinya,
istilah itu tidak hanya digunakan didalam bidang keilmuannya, tetapi juga telah
digunakan secara umum, diluar bidangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar