Senin, 19 Desember 2011

TIDAK SIA-SIA MENGIKUTI TALK SHOW "OKI SETIANA DEWI"

Pada hari Sabtu aku bersama temanku berdua bersama-sama bersiap untuk menghadiri acara "TALK SHOW" Yang dihadiri oleh "Mbak Oki Setiana Dewi".
Sampainya kami dihalte yang terletak didepan kampus UIR tak lama kemudian kami menunggu datanglah bus way yang ingin kami naiki untuk sampai ke gedung MOSEUM SANG NILA acara tersebut berlangsung disitu,,
sesampainya kami berdua disitu kami mendapatkan sarapan kue dan sambilmenunggu Mbak Oki datang kami berdua sarapan terlebih dahulu,,jam telah menunjukkan jam 09.10 lalu yang ditunggu-tunggu sampailah ketempat tersebut,,acara tersebut sangat bagus dan Tema yang disampaikan Mbak Oki sangat bagus didengar karena didalamnya banyak terdapat manfaat bagi seorang perempuan ...
saya sendiri sangat terinspirasi dengan apa yang telah disampaikan Mbak Oki...
Makasih Mbak Oki....
Moga kami semua menjadi wanita seperti Mbak Oki.....

Sabtu, 03 Desember 2011

BILA KEHILANGAN ORANG YANG TERSAYANG

Waktu aku terbangun dari tidur pada pagi hari yang cerah, disaat matahari mulai terbit dengan cerahnya dipagi itu aku beranjak dari tempat tidur untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Setelah selesai, aku bercanda-canda dengan teman ku satu kost, tiba-tiba perasaan ku terasa sangat ganjal, sangat tidak enak. Ternyata handphone ku tidak aktif semalaman. Saat teringat hal itu, aku langsung mengambil dan segera mengaktifkannya dipagi hari itu. Tak lama kemudian handphone ku pun bordering, ternyata dilayar handphone ku tertulis sangat jelas bahwa nomor hp kakakku yang sulung memanggil, melihat nomor itu yang tertera, aku bergegas untuk mengangkatnya, dengan senangnya aku mengangkat dan bersemenagat memberikan salam pada saat menjawab panggilan itu, tersentak aku mendengar suara yang menjawab salam ku diseberang sana, ternyata bukan kakak sulung ku yang menjawabnya melainkan seorang laki-laki, dia adalah dokter keluarga kami. Setelah aku mendengar suara bang Yamin (dokter) perasaan tidak enak aku semakin bertambah dan detak jantung ku terasa berdetak kencang. Tapi aku mencoba untuk menepis perasaan itu “ ah inikan Cuma perasaan saja, karena baru bangun tidur” (dalam hati berkata) dan mencoba menghentikan kuatnya detak jantung ini berdetak dan mencoba untuk tenang dalam berbicara.
Percakapan yang melalui ponsel itupun dimulai, dengan diawali aku yang memberi salam tadi,,,,,( percakapan menggunakan bahasa melayu).
Aku: assalamu’alaikum kak…
Bang Yamin: wa’alikumsalam dek…
Aku: (dengan mimik muka terkejut)… eh, bukan kakak ye…!!
Bang Yamin: bukan dek, ni bang yamin. Adek lagi ngape sekarang ? kuliah tak hari ni ?
Aku: owh abang,,, (perasaan tidak enak itu tiba-tiba muncul lagi), ini lagi duduk aje bang, kuliah, tapi nanti sore.
Ade ape bang, tumben abang nelpon pakai ponsel kakak ? (dengan raut muka yang sangat serius)
Bang Yamin: owh gitu… dah sarapan ?
Tak ade ape-ape, cume nak nyuruh adek  balek hari ini, soalnye ade yang nak datang melamar adek. Heheheh( dengan nada bercanda tapi terasa caandaan yang aneh)
Aku: ah abang ne ade-ade aje… (aku sambil tersenyum). Seriuslah bang, sebenanye ade ape ?? tak pernah-pernahpun abang nelpon adek pakai ponsel kakak. ( dengan raut muka yang penasaran dan serius)
Bang Yamin: hehehehehehehe
Emmm … Sebenanye abang Cume nak kasi tau kalau mak adek lagi sakit. Jadi adek diharuskan balek hari ini juge.
Aku: ha’ ??? ( deg, jantung ku terasa terhenti, darah ku mendesir sangat kencang karena tersentak saat mendengar kata “ibu sakit”)
Bang seriuslah, jangan becande terus… tak kanlah mak saket, baru sore semalam adek betelpon dengan mak, tapi baek-baek aje pun. (mencoba untuk tidak percaya)
Bang Yamin: …(bang yamin terdiam beberapa saat)
Abang serius dek, abang tak lagi maen-maen sekarang. Adek cepatlah balek ke sini, mak adek lagi sakit kuat, malam tadi die jatuh dari kursi setelah makan malam. Sekarang mak adek lagi dirawat di  RSUD, terbaring di ruang ICU.
Aku: astagfirullah… emmkkk…!!! (menangis histeris dan menjerit)…
Aku langsung terjatuh dan terduduk di lantai saat mendengar berita tersebut, aku tidak sanggup lagi untuk berbicara dan menhan tangisan. Aku terus menangis terisak-isak sehingga tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun, pada saat itu yang bisa aku ucapakn hanya memanggil-manggil ibu ku.
Teman ku yang lagi ngetik tugasnya didepan computer sejak dari bangun tidur tadi pagi langsung menuju aku dengan raut muka yang sangat terkejut, karena melihat aku yang histeris. Dia bertanya-tanya kepada aku “ dikau kenape?,, ngape nanges. Kenape gini ??” (memegang tubuh aku). Aku tidak bisa berkata apa-apa, wajah ku pucat pasi, bibirku hampir tidak berdarah, pucat membiru. Aku hanya berkata ibu,,,ibu,,, dan ibu,,,. Teman ku semakin panik dan bingung melihat aku yang hanya berkata ibu dan geleng-geleng dengan ponsel ditelingaku. Diseberang sana terdengar suara yang mengatakn “ dek, mana kawannya, kasi handphonnya sama dia, adek jangan nangis terus seperti itu. Kawannya mana dek, sini biar abang yang ngomong sama dia”. Mendengar suara yang diseberang sana berkata seperti tu, aku pun dengan tidak berdayanya langsung memberikan ponsel yang ditangan ku dengan temanku yang dari tadi panic dan terus bertanya. Temanku pun langsung segera mengambil ponsel yang ingin aku berikan dan langsung meletakkan ponsel itu ditelinganya dan dengan panic langsung menanyakan ada apa… kenapa… apa yang terjadi ???kepada bang yamin yang diseberang sana (dengan nada yang sangat panic dan hampir tidak ada intonasi atau jeda yang jelas atas pertanyaan tersebut). Mendengar pertanyaan temannku yang munkin sangat tidak jelas karena saking paniknya, bang yamin pun mulai berkata dengan sangat lembut dan dengan emosi yang sangat tenang, tidak seperti temankku yang belepotan entah apa yang ditanyakannya. “ gini dek, sekarang ibunya ema lagi sakit. Tadi malam ibu terjatuh setelah makan malam, dan sekarang ibu lagi dirawat di RSUD ( dalam ruang ICU )” ujar bang Yamin.
“ astagfirullah… jadi gimana sekarang bang? (terkejut dan bertambah panic )” ujar temanku.
“ udah, adek jangan ikutan panic, kasian Ema nya. Adek harus kuatkan dia. Sekarang abang minta tolong sama adek, segera adek kemaskan barang-barangnya dan suruh dia pulang hari ini juga “.
“ iya bang, segera saya akan menyiapkan semuanya. Tapi bang hari sudah menunjukkan pukul 09.12 wib, jadi tidak mungkin jam segini masih ada mobil yang mau menjemput karena biasanya jam 08.00 mobil-mobil yang mengantarkan penumpang kepelabuhan sudah berangkat menuju pelabuhan. Jadi gimana bang ? ujar temanku lagi.
Sementara temanku sedang berbicara dengan bang yamin, Aku masih terus menangis dengan tubuh yang tidak berdaya dan dengan pikiran yang tidak menentu, saat ini yang aku ingat hanyalah ibuku yang sedang terbaring di rumah sakit, aku masih belum bisa berkata apa-apa, aku hanya bisa berkata ibu. Andaikan angin bisa membawa aku terbang pada saat itu, Rasanya aku ingin langsung berada disamping ibunda tercinta, menemani dia yang sedang terbaring tidak berdaya.
 “(terdiam sejenak ) … emm, ya udah dek kalau pakai pesawat masih sempatkan dek ?  ujar bang yamin lagi.
“ iya bang insyaALLAh masih sempat, saya akan mencoba menelpon teman saya untuk meminta bantuan. Okelah bang sekarang biar saya menyiapkan semuanya biar tidak terlambat karena hari semakin siang” temanku bergegas menyiapkan keperluan yang akan dibawa pulang. Dan ponsel itu pun aku ambil kembali dan segera menanyakan lagi gimana keadaan ibuku. Sautan diseberang sana terdengar ditelingaku, bang yamin mengatakan “ udah dek, adek jangan panic begitu, adek harus tenang dan sabar, ibu adek insyaALLAh baik-baik saja, sekarang adek cepat siap-siap karena hari sudah semakin siang”. Walaupun bang yamin mengatakan seperti itu, aku masih belum bisa tenang, perasannku semakin berkecamuk, tubuh ini semakin tidak berdaya, rasanya sudah tidak kuat lagi, terasa seketika pandanganku gelap, kepalaku terasa sangat ringan ingin rasanya tubuh ini tergeletak dilantai (pingsan). Aku menjawab perkatannya sambil menangis terisak-isak “ tak mungkin ibu masih baik-baik saja, abang pasti bohong sama ema” aku terus menangis dan berucap “ Ya ALLAH aku tak sanggup seperti ini, Ya ALLAH selamatkanlah ibuku, aku mohon jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan” (menangis terisak-isak). Terdengar lagi suara bang yamin memanggil aku, dia masih berkata kepadaku agar sabar, karena ibu baik-baik saja. Aku tidak bisa menjawab lagi, bang yamin pun segera meangkhiri pembicaraan tersebut, mungkin lagi sibuk.
Sementara itu temanku sibuk menyiapkan dan mengurus aku sesekali dia memeluk lembut tubuhku yang sedang duduk tersandar tidak berdaya. Ditengah kesibukannya, dia juga menelpon temannya untuk minta tolong mengambilkan uang di atm karena kebetulan uang kami lagi tidak ada ditangan saat itu. Tak berapa lama kemudian temannya temanku datang dan mereka pergi mengambil uang. Aku mencoba untuk menguatkan tubuh ini untuk bersiap dan mengenakan baju yang telah disiapkan temanku dari tadi. Selesai aku mengenakan baju itu, temanku pun pulang.
Tak berapa lama kemudian, sekitar jam 10 kurang 15 menit, aku pun diantarkan temannya temanku ke bandara. Kebetulan bandara tidak begitu jauh dari kost kami, jadi perjalanan menuju kebandara hanya sekitar 20menit. Sesampainya di bandara aku sangat kaget, karena ini yang pertama kalinya aku pulang dengan menggunakan pesawat terbang. Aku langsung disuruh menuju ruang tunggu, sedangkan tiketku dibelikan oleh temannya temanku tadi, ia tidak tega melihat aku yang saat itu sangat lemah dan terus menangis, jadi dia membelikannya. Setelah tiketnya sudah terbeli, diapun langsung menuju ketempat dimana aku sedang menunggu dan memberikan tiket itu. Dia tidak langsung pulang, tapi dia menemaniku sampai akhirnya aku akan berangkat. Sekitar jam 10.45 wib pengumuman keberangkatanpun telah berbunyi, aku mulai beranjakdari tempat dudukku dan temannya temanku pun pulang. Aku sama sekali tidak tau apa-apa pada saat itu, aku terus berjalan mengikuti arah orang ramai, untungnya baru beberapa langkah aku berjalan, ada seorang kakak yang sangat baik, mungkin karena dia melihat raut wajahku yang sangat lemah dan sedih, dia menemani dan memberikan arahan kepadaku, dia juga mengantarkan langsung kedalam pesawat karena kebetulan dia salah satu petugas di situ. Tak lama kemudian aku pun langsung berangkat menuju kota Batam, perajalan itu hanya kurang lebih 45menit saja aku sudah sampai di Batam. Sesampai di Batam aku sudah dijemput olehn taksi langganan bang Yamin yang memang disuruh untuk menjemputku dibandara dan mengantarkan aku kepelabuhan sekupang. Sesampainya di sekupang, aku langsung bergegas untuk membeli tiket kapal feri untuk menyeberang ke kampungku, kebetulan kapal itu memang sudah siap untuk berangkat Alhamdulillah aku tidak perlu menunggu lebih lama lagi, setelah tiketnya aku dapatkan aku langsung masuk kekapaal itu dan duduk. Selama diperjalanan mulai dari aku didalam pesawat sampai sekarang aku sudah berada didalam kapal, paerasaan aku masih tetap kacau tidak karuan, feelingku sangat tidak enak,,, aku terus berdo’a dalam hati agar tidak terjadi apa-apa sama ibuku, perjalan itu terasa sangat lama, aku sudah tidak sabar lagi untuk melihat dan menemani ibuku. Akhirnya sekitar pukul 15.00 wib aku sampai di kampungku, tapi masih ada perjalanan untuk menuju rumah.tak lama kemudian handphon ku berdering lagi ternyata yang menelpon bang Yamin. Sekali lagi jantung ini berdetak kencang, pikiranku langsung tertuju kepada sosok ibunda tercinta, bang Yamin hanya ingin memberitahukan kepadaku bahwa ibuku sudah dibawa kembali kerumah nenek dan tidak lagi di RSUD. Hati kecil ini terus bertanya-tanya kenapa ibuku langsung dibawa kerumah nenek, sementara ibuku lagi sakit keras, sebenarnya apa yang telah disembunyikan keluargaku kepadaku. Walaupun begitu aku harus tetap melanjutkan perjalanan untuk menuju rumah nenekku, perjalanan ini hanya memerlukan waktu 45 menit. Semakin kuat rasa takut ini tapi aku tetap melanjutkan perjalananku, akhirnya aku menaiki kapal tidak lama aku masuk kekapal, kapal langsung berjalan menuju tempat nenekku, dalam perjalanan aku terus-menerus memikirkan semua itu, akhirnya aku sampai ke pelabuhan sesampainya dipelabuhan aku dijemput oleh abangku yang keempat, aku lihat abangku wajahnya sangat pucat dan mata yang sangat merah, diatas motor aku dan abangku hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Rasa takut kehilangan ini semakin besar, ternyata sebelum aku sampai dirumah nenek dari kejauhan aku melihat kursi-kursi banyak tersusun didepan rumah dan orang-orang sepertinya ramai, sesampainya aku didepan rumah nenek aku langsung dibawa masuk oleh abangku, aku langsung menangis histeris melihat keadaan ibuku yang terbaring tiada daya upaya dengan disertai Infus kedua bela tangannya , memakai oksigen serta penuh dengan selang-selang ,matanya tiada terbuka lagi serta wajahnya seperti tidak berdarah lagi. Melihat kedatangan dan tangisanku didepannya ibuku hanya bisa mengeluarkan air mata dari sudut matanya dan spertinya ingin menyampaikan sesuatu tapi tidak bisa mengeluarkan kata-kata dengan jelas,aku tidak tega melihat keadaan ibu seperti itu, aku terus menangis dan mengisak-isak, akhirnya aku disuruh nenek kedapur . setelah nangis ini dapat kutahan aku pergi menemani dan merawat ibu , dua ajm telah berlalu aku disamping ibu tercinta tetapi aku melihat keadaan ibu semakin memburuk, perasaan ini semakin tidak enak dan begitu takut ibu meninggalkan aku. Aku selalu  melihat dan meraskan bagaimana keadaan dan suhu tubuh ibuku entah kenapa hati ini tergerak untuk memegang kaki dan hidung ibuku tersa agak beda hidungnya sangat dingin, lalu aku bertanya kepada nenek kenapa hidung ibu  dingin nek?? wajah nenek berubah total,aku masih penasaran lalu aku tanyakan kepada pamanku, pamanku langsung menuju ibu dan memastikan keadaan ibuku, ternyata bertpatan jam 19.22 tanggal 17 februari 2011 ibuku menghembuskan nafas terakhir disaat pamanku memegang leher dan detak nadinya. Pada saat itu aku dan ayahku berada diatas kepala ibuku dan tidak bisa ku menahan tangisan ini, ternyata orang yang paling aku sayang begitu cepat meninggalkan aku…selamat jalan ibuku tersayang aku akan selalu merindukanmu. Semoga ibuku berbahgia dialam sana dan juga amal ibadahnya diterima disisi ALLAH S.W.T aminnnn…

IBUKU SAYANG

Stiap hari Q hanya ada byangan mU.
Sdtik puN tidaX pernaH trlupakaN oleH Q ,bhkaN selalU brmimpi tentanG mu, ,
Pngorbnan mU telaH membesarkaN Q hnggA Q menjadI dwasA,
Sungguh taX bisa trblz jasa2mU bunda, ,kan Q ingat slalU kasiH syG daN pengorbnaN yg telaH bundA brikaN kpD Q, ,
Sudah hampir 7 bulaN kau pergY meninggalkan Q daN keluargA trcntA, ,tdK pernaH Q berfkiR umuR Q 19 tahuN hruZ khlgaN orG yG plinG aQ syG yaitU BUNDa. .
Aq syG daN cnta kamu slamanyA,
Love yoU mY motheR N fatheR. . .

By HEma.m.sy

MEMBUATKU INGAT SEMUA KENANGAN

Ketika aku plg dr kuliah aku trmenung mengingat hari yAng sgt menyedihkan untukku,,dan aku brfikr seandainya bza q fidio kan smua crita t2 kn q putar stiap wkt luang q, ,tpi smua t2 tdk bsa q lakukan hanya angan2 sja, ,tdx mungkin biza di saat keadaan spt t2 bza melakukan itu smua, ,sungguh ne smua mjd kn knangan pahit slama hdp q yg hrus khlgn org yg trsyg dlm hdp q. .(ibu)kini tinggal lah ayah dan keluarga trcnta yg slalu membuat q smgt dlm menjalani hdp ne. . .:-(

HORMATILAH AYAH DAN IBU KITA

Ayah Ibuku mengajarkan hanya tentang Kasih Sayang dan Bersikap
Sifatku mungkin adalah pembawaan Gen dari Ayah dan Ibuku
Sifatku bisa jadi adalah Sifat yg terPendam dari Ayah dan Ibuku

Ayah Ibuku sll mengingatkan untuk brbuat baik, ramah, sederhana, rendah hati, jujur, tulus ikhlas dan berani menerima knyataan seburuk apapun
Ayah Ibuku tak pernah mengharuskan Aku mnjadi se2org yg sukses atopun berlimpah materi
Ayah Ibuku hanya sekali berkata, “Berbuatlah dan Bekerjalah lebih dari Kami,demi masa depanmu dan jg keluargamu kelak”
Ayah Ibuku sll berbagi Cerita dgnku, krn itu mengapa Aku bisa sedekat ini dgn Ayah dan Ibuku

Tentang dunia Kerja, tentang Perasaan dan Hati, tentang kemajuan zaman, tentang Hidup Kehidupan, tentang Arti Seseorang, tentang pengalaman Hidup mereka dan tentang Kebebasan
Ayah Ibuku mungkin tak lbh baik dari Orang Tua sprti yg kalian miliki
Tapi mngapa Kalian sll mengeluh thdp Ayah dan Ibu yg kalian miliki??
Apa yg Ayah dan Ibu tanamkan dan Katakan tak prnh Satupun mjdkan suatu kegagalan bg Hidup Kita

Saat ini,mulailah Cintai dan Hormatilah mereka
Renungkan baik-baik,apa yg mnjdi pmbungkus tubuhmu,yg mengalir dlm tubuhmu,yg menetes dari kelopak matamu??

Semua itu…
Kita bukan terlahir begitu saja dan sekejap menjadi sukses
Mengertilah sedikit ttg kelebihan dan kekurangan Ayah dan Ibu yg kita miliki
Merekapun memiliki Batas…
Syukurilah apa yg Ayah dan Ibu berikan untuk Hidup Kita
Berterimakasihlah kpd Ayah dan Ibu yang sll mengingatkan Kita

Apa yang Kau bisa lakukan di saat Ayah dan Ibu kembali padaNya? di saat kita tergiur nikmat dunia? SIAP kah menrima smua itu dgn lapang dada dan membentangkan kedua tanganmu lebar-lebar sprti di saat mereka Ada??
Camkan itu, krn kitapun kelak akan mjd sperti mereka,memiliki keluarga dan membesarkan Anak Titipan dariNya
Selalu ucapkan dengan senyum bahwa kalian Bangga memiliki dan menyayangi mereka
Hanya itu yang mereka Pinta dari Anak-anaknya,kebanggaan yg paling diharapkan dari Hati Anak-anaknya.

SETELAH MENDENGAR NASEHATNYA....

Saat kami belajar mata kuliah "Menulis" yang dibimbing oleh dosen kami ibu Roziah, dia memberi motivasi kepada kami supaya selalu rajin-rajin membaca. Karena dengan membaca kalian bisa banyak tahu, sejak mendengar motivasi dari ibu aku lebih rajin membaca dibandingkan hari-hari yang lalu.
Terima kasih ibu telah memberikan kami banyak ilmu yang berharga,karena yang dari awalnya kami semua agak malas menulis sekarang sudah agak rajin menulis, yang dulunya kami agak malas membaca sekarang sudah agak rajin membaca,,,walaupun hanya rajin membaca novel-novel saja. Mungkin ini tahap awal bagi kami untuk menekuninya..

Minggu, 27 November 2011

CARA MENULIS SURAT DENGAN BENAR

Pada saat kami belajar mata kuliah "Menulis" yang dibimbing oleh dosen kami ibu Roziah,ia menjelaskan bahwa seorang guru bahasa sangat wajib mempelajari dan mengetahui tata cara membuat dan menyusun surat dengan benar dan juga untuk memahaminya dengan baik karena mata kuliah ini akan berlanjut yaitu pada mata kuliah "Menulis Lanjut" yang biasa dibimbing oleh bapak Jamilin Tinambunan.
Adapun syarat-syarat menulis surat dengan tepat adalah :
Surat adalah : alat komunikasi secara tidak langsung.
Fungsi surat :
1.Untuk menyampaikan informasi.
2.Identitas perusahaan .
3.Wakil pribadi.
4.Untuk mengajukan permohonan.
5.Sebagai bukti supaya tidak terjadi kesalah pahaman.
6.Alat sebagai pengingat atau arsip ketika diperlukan.
7.sebagai MOU

Bagian-bagian surat :
1.Salam Pembuka 
2.Paragraf Pembuka
3.Paragraf isi
4.Paragraf Penutup
5.Salam Penutup
6.Tempat dan Tanggal pembuatan surat
7.Tanda Tangan 
8.Tembusan pada siapa

Sistematika surat resmi :
1.Logo Instansi
2.Instansi yang terkait
3.Alamat Instansi
4.Nomor Telpon
5.Kode Pos
6.Fax Email.

Terima kasih ibu telah mengajarkan kami sehingga kami bisa mengetahui cara menulis surat dengan benar.