Rabu, 01 Februari 2012

Nomina & Pronomina

NOMINA

BATASAN DAN CIRI NOMINA


Nomina sering juga disebut kata benda, dapat dilihat dari 3 segi, yakni segi semantis, segi sintaksis, dan segi bentuk.

Dari segi semantis, nomina adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian.

Nomina dari segi perilaku semantisnya

Tiap kata dalam bahasa manapun mengandung fitur-fitur semantik yang secara universal melekat pada kata tersebut. Nomina tidak terkecualikan.

Makna yang dalam bahasa indonesia dinyatakan oleh kata seperti kuda, dalam budaya manapun memiliki fitur-fitur semantik yang universal. Misalnya, kakinya ada empat, mata yang jumlahnya ada 2, warna tubuhnya bisa hitam,putih,coklat tau abu-abu.

Nomina dari segi prilaku sintaksisnya

Dengan mempertimbangkan fitur semantiknya, uraian tentang nomina dari segi perilaku sintaksisnya berikut ini akan dikemukakan berdasarkan posisi atau pemakaiannya pada tataran prasa. Pada frasa nominal berfungsi sebagai inti prasa.

Sebagai inti prasa nomina menduduki bagian utama, sedangkan pewatasnya berada di muka atau dibelakangnya. Bila pewatas frasa nominal itu berada di muka, pewatas ini umunya berupa numeralia atau kata tugas. Contoh : Lima lembar, seorang guru, beberapa sepir, nukan jawaban.

Nomina dari segi bentuknya

Dilihat dari segi bentuk morfologisnya, nomina terdiri atas 2 macam, yakni (1) nomina yang berbentuk kata dasar dan (2) nomina turunan.

Morfologi dan semantik nomina turunan


Dalam bahasa indonesia, kata dasar tertentu dapat langsung menjadi nomina dengan memakai afiks tertentu kecuali untuk menyatakan makna orang yang atau alat untuk (verba), yang umumnya dinyatakan dengan prefiks sendiri-sendiri. Kata seperti menang dan berani dapat dijadikan nomina hanya jika afiks yang dipakai adalah  ke-an sehingga tercipta nomina kemenangan dan keberanian.

Frasa nominal

Sebuah nomina seperti buku dapat diperluas ke kiri atau kekanan perluasan kekiri dilakukan dengan meletakan, misalnya, kata penggolongannya tepat didepannya, dan kemudian di dahului lagi oleh numeralia. Contoh :
Numeralia        Penggolongan         Nomina
Dua             Buah                 Buku
Tiga             Helai                 Kertas
Lima             Ekor                Kera


PRONOMINA

Batasan dan ciri pronomia

Pronomia adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain.
contoh : perawat, dapat diacu dengan pronomina ia atau dia.
Ciri yang dimiliki pronomina ialah acuannya dapat berpindah-pindah  karena bergantung kepada siapa yang menjadi pembicara/penulis, siapa yang menjadi pendengar,pembicara,atau siapa/apa yang dibicarakan.
Ada 3 macam pronomina dalam bahasa indonesia,yakni (1) pronomina persona, (2) pronomina penunjuk, dan (3) pronomina penanya.

PRONOMINA PERSONA

Pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang. PP dapat mengacu pada diri sendiri (pronomina persona pertama), mengacu pada orang yang diajak bicara (pronomina persona kedua), mengacu pada orang yang dibicarakan (pronomina persona ketiga).

PRONOMINA PENUNJUK

Pronomina penunjuk dalam bahasa indonesia ada tiga macam, yaitu (1) pronomina penunjuk umum, (2) pronomina penunjuk tempat, (3) pronomina penunjuk ikhwal.

PRONOMINA PENUNJUK UMUM


Pronomina penunjuk umum ialah ini, itu dan anu. Kata ini mengacu pada acuan yang dekat dengan pembicara/penulis, pada masa yang akan datang, atau pada informasi yang akan disampaikan.

PRONOMINA PENUNJUK TEMPAT

Pronomina penunjuk tempat dalam B. indonesia ialah sini, situ atau sana. Perbedaan pada ketiganya ada pada pembicaraan : dekat (sini), agak jauh (situ), dan jauh (sana).

PRONOMINA PENUNJUK IKHWAL

Pronomina penunjuk ikhwal dalam B. indonesia begini dan begitu. Titik pangkal pembedaannya sama dengan penunjuk lokasi : dekat (begini), jauh (begitu).
Contoh : Dia mengatakan begini
                Jangan berbuat begitu lagi

Disamping begini dan begitu, adapula demikian yang artinya mencakup keduanya.
Contoh : memang kemarin dia mengatakan demikian
Dalam hal ini jauh dekatnya bersifat psikologis.

Selasa, 31 Januari 2012

Dia Hanya Ingin Dimengerti

Kadang-kadang mencari teman yang benar-benar tulus itu sangat sulit,
ternyata ketulusan dan penghargaan ku terhadapna tidak sedikitpun  dihargai,
kadangkala kalau ingat Hari Itu sangat-sangat menyedihkan ....

tapi tidak apa-apa aku selalu berusaha mengerti mereka semua....
karena ketika orang-orang semua (alias teman-temanku dikampung) tidak memahamiku aku harus memahami mereka....

semoga mereeka semua tidak akaaaaan pernah merasa apa yang aku rasakan ketika hari itu...:(

Rabu, 21 Desember 2011

Rennungan Hati Muslimah

Bila kau mau cintaku Carilah dulu cinta Allah..
Bila kau mau rinduku Rindulah dulu Allah dan rasulnya
Bila kau mau sayangku Sayangilah dulu agamamu lebih dari diriku..
Bila sayang diriku jauhilah aku sebelum masanya..
Bila ikhlas dengan diriku jauhkan aku dari zina..terutamanya zina hati..
Bila cintamu sejati untuk ku cintailah aku karena Allah..
Bila pilihanmu aku pilihlah karena agamaku bukan yang lain..
Bila setiamu padaku setialah karena untuk mendapat ridha Allah..
Bila kau mau peliharaku peliharalah aku dari godaan cinta dunia dan nafsu..

Yakinlah Bila Allah tentukan aku milikmu Aku tetap milikmu.

Yakinlah Bila Allah tentukan aku bukan milikmu Itu yang terbaik untumu..

Ketahuilah..
diriku juga mencintaimu suntinglah diriku dengan caranya dan pada masanya..

Semoga bermanfaat InsyaAllah...

Senin, 19 Desember 2011

TUGAS MEMBACA SEMESTER SATU YANG DIBIMBING OLEH PAK JAMILIN.

BAB  III.
 METODE MENGEMBANGKAN KECEPATAN MEMBACA

Yang perlu di ingat adalah bahwa kecepatan dan keefektifan membaca itu bukan merupakan bawaan. Kemampuan membaca adalah kemampuan yang merupakan hasil latihan, yang barangkali di dukung oleh factor-faktor bawaan tertentu.
Kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa untuk tujuan tertentu , kita perlu menggunakan kemampuan membaca cepat untuk mengambil makna bahan bacaan secara efektif dan efesien. Ambillah contoh ketika kita di hadapkan pada sebuah buku menarik  di sebuahtoko buku , sementara waktu yang tersedia terbatas , serta kantung tidak memungkinkan membeli buku tersebut . untuk mengetahui keseluruhan isi buku tersebut secara cepat perlu teknik tertentu dalam membaca cepat atau misalnya kita menghadapi ujian sekolah.
Persoalannya sekarang ialah bagaimana cara meningkatkan kecepatan membaca yang kita miliki hingga sampai taraf yang efektif. Ada beberapa metode yang telah di kembangkan untuk meningkatkan hal ini . Metode yang di anggap efektif dalam meningkatkan kecepatan membaca adalah :
3.1  Beberapa metode yang pernah dikembangkan
1.      Metode kosakata
Metode kosakata adalah metode mengembangkan kecepatan membaca melalui pengembangan kosakata . Artinya metode ini mengarahkan perhatian pada aspek perbendaharaan kata seorang pembaca .
Dasar pikiran metode ini sudah jelas , yaitu semakin besar dan semakin banyak perbendaharaan kata seseorang , semakin tinggi kecepatan membacanya
2.      Metode motifasi (minat)
Cara kerjanya ialah memotifasi pada para pemula dengan berbagai macam rangsangan bacaan yang menarik sehingga tumbuh minat membacanya. Dari sini kemudian diharapkan muncul kebiasaan membaca tinggi , yang pada akhirnya meningkat pula kecepatan dan pengalaman terhadap bacaan .
Pikiran yang yang mendaari lahirnya metode ini ialah semakin tertarik atau berminatnya seseorang pada jenis buku tertentu , semakin tinggi kecepatan dan pemahaman seseorang .
3.      Metode bantuan alat
Metode ini dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan dan kecermatan membaca anak didik adalah melatih kecepatan membaca itu dengan bantuan alat. Metode ini memperoleh hasil cukup memuaskan . terjadi peningkatan membaca yang memadai. Akan tetapi  ,pada akhirnya diketahui efek negativnya , adanya ketergantungan pada alat bantu yang digunakan.

4.      Metode gerak mata
Metode gerak mata adalah metode yang paling banyak dipakai dan dikembangkan orang pada saat ini , baik untuk pengajaran membaca permulaan , maupun bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kecepatan membacanya. Yaitu dengan mengembangkan kecepatan membaca dengan meningkatkan kecepatan gerak mata.

3.2  membaca pada kecepatan lebih dari 5000 kata permenit
Ada saatnya kita dituntut untuk membaca pada kecepatan yang lebih tinggi lagi dari kebiasaan semula. Ini bersifat kebetulan dan insidental saja. Misalnya, pada suatu ketika kita diharuskan mengetahui atau membuat ringkasan sebuah buku yang tebal dengan waktu yang terbatas.
Ada suatu teknik membaca khusus untuk ini, yaitu bagaimana kita dapat membaca dengan kecepatan lebih dari 5000 kata permenitnya. Atau dengan kata lain, kita dapat membuat ringkasan sebuah buku yang tebalnya 150 halaman dalam waktu 30menit saja. Caranya adalah dengan membaca paragraph.
Untuk membaca pada tingkat kecepatan ini kita harus membaca antar paragraf saja. Maksudnya, untuk meningkatkan kecepatan itu pembaca harus melihat paragraf-paragraf saja. Ada bermacam-macam jenis paragraph ditinjau dari isinya, ada paragraph yang berisi gagasan utama bacaan, ada paragraph yang sifatnya mendukung paragraph isi, misalnya paragraph ilustrasi, paragraph contoh, paragraph pengembangan, dan sebagainya. Ada juga paragraph transisi, yaitu paragraph yang hanya memindahkan gagasan suatu paragraph keseuatu paragraph yang lain.
Yang menjadi tujuan utama membaca cepat adalah memahami isi pokok bacaan dan agak mengesampingkan detail-detail penjelasannya. Oleh karena itu, yang harus segera dikenali adalah proses membacanya dengan kata-kata kunci dan petunjuk-petunjuk gagasan pokok lainnya.
Sehubungan dengan pencarian kata kunci pada setiap paragraph (untuk mencari gagasan utama), sebaiknya perlu diketahui struktur-struktur dasar sebuah paragraph. Pada umumnya struktur paragraph itu terdiri dari lima macam, yaitu:
1.      Gagasan utama terdapat diawal paragraph (kalimat pertama).
2.      Gagasan utama terdapat diakhir paragraph (kalimat terakhir).
3.      Gagasan utama terdapat ditengah paragraph.
4.      Gagasan utama terdapat diawal dan akhir paragraph.
5.      Gagasan utama itu harus dicari sendiri oleh pembaca dengan cara menduga-duga.
Disinilah kunci dari membaca antar paragraph itu, membaca gagasan utama paragraph demi gagasan utama paragraph. Bila prosedur ini dapat dilalui pada saat kegiatan membaca berlangsung, maka kita telah membaca dengan kecepatan melampaui 5000 kata permenitnya.
Yang perlu segera dikenali adalah kata-kata kunci, yaitu kata-kata yang berfungsi sebagai indicator bahwa sebuah kalimat mengandung gagasan utama atau tidak.
Sebagai panduan untuk membaca antar paragraph ini, barangkali perlu diikuti prosedur membaca paragraph berikut ini.
1.      Telitilah kalimat utama, mungkin mengandung gagasan utama paragraph.
Pada paragraph-paragraf yang bersifat induktif, pad umumnya gagasan utama ini ada pada awal paragraph.

2.      Jika prosedur pertama bukan, telitilah dengan kalimat terakhir.
Prosedur kedua ini maksudnya, bila pada kalimat pertama kita belum pasti dengan gagasan utamanya, maka teliti kalimat terakhirnya. Inti terutama berlaku pada paragraph-paragraf yang bersifat deduktif, yaitu kesimpuln ada diakhir bagian karangan setelah pengungkapan data-data.

3.      Jika prosedur kedua bukan, telitilah keseluruhan paragraph dan cari fakta-faktanya.
Prosedur ketiga ini menyarankan agar pembaca mencari sendiri gagasan utama paragraph. Ini berlaku pada paragraph-paragraf yang gagasan utamanya kurang jelas, dalam arti bahwa gagasan utama itu menyebar dikeseluruhan bagian paragraph.

4.      Perhatikan dengan cermat kata-kata yang tercetak tebal, bergaris bawah, atau bercetak miring.
Biasanya pada buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit yang baik, pembaca akan dibantu membacanya denga n tanda-tanda khusus. Misalnya, pembedaan istilah-istilah penting dengan menceteknya lebih tebal atau miring, penggunaan diagram-diagram, atau tanda khusus yang lain.

3.3  macam-macam gerak mata pada membaca cepat
Dilihat dari cara bergeraknya bola mata, membaca cepat dapat dibedakan menjadi tiga macam:
1.      Membaca dengan gerak mata horizontal (mengikuti gerak baris-baris bacaan).
2.      Membaca dengan gerak mata vertical (arah gerak pandangan mata menyamping kebawah).
3.      Membaca dengan gerak mata membentuk spiral.
Jika dihubungkan dengan adanya beberapa jenis membaca dilihat dari jarak pandangannya,  membaca dengan gerak mata horizontal ini sejajar dengan cara membaca kata demi kata atau membaca frase demi frase. Sedangkan membaca dengan gerak mata vertical dan spiral dapat disejajarkan dengan cara membaca unit-unit pikiran karena pembaca hanya melihat gagasan-gagasan utama atau ide-ide yang dibutuhkan.
Seorang pembaca dengan gerak mata secara vertical, pandanga matanya diarahkan dari atas kebawah secara cepat. Pada saat dirasa ada hal-hal yang penting (rumus, defenisi, kata-kata kunci, atau unsure-unsur yang memang sedang dicari), kecepatan secara otomatis diperlambat.
Ada yamg bisa digunakan sebagai indicator untuk menandai unit-unit pikiran ini. Unsure yang nyata dan mudah dikenali adalah adanya kata-kata kunci. Kata-kata kunci merupakan indicator unit-unit pikiran atau gagasan utama, misalnya:
1.      Adalah
2.      Perhatikan hal berikut ini
3.      Ingat hal ini
4.      Yamg penting adalah
5.      Sebagai kesimpulan dan sebagainya
Sedangkan kata-kata yang menunjukkan unsure-unsur yang kurang penting (gagasan penunjang) misalnya:
1.      Bisa dikatakan juga dengan
2.      Misalnya
3.      Atau
4.      Dengan kata lain
5.      Sebagai ilustrasi adalah
6.      Sebagai bukti adalah
7.      Artinya dan sebagainya
3.4 Tipe-tipe pembaca yang tidak efisien
yang akan diterangkan sebagai tipe pembaca yang tidak efesien itu adalah sebagai berikut:
1.      Tipe pembaca yang memvokalkan apa yang dibacanya.
yang dimaksud dengan tipe pembaca ini adalah pembaca yang suka membaca dengan suara keras.

Adakah yang salah dari cara membaca semacam ini ? jelas, ia. Karena kecepatan membacanya disamakan dengan kemampuan bergeraknya alat ucap (bersuara). Jadi dengan kata lain kecepatan membaca disamakan dengan kecepatan berbicara.

Proses membaca adalah proses berfikir. Disini jelas bahwa kecepatan berfikir tidak sama dengan kecepatan berbicara. Kita mampu berfikir tentang berbagai hal dalam beberapa saat, secara rumit dan kompleks. jelas bahwa tindakan memvokalkan bahan bacaan ini sesuatu yang menghambat kecepatan membaca, sekaligus menghambat pemahaman. Kesimpulannya, pembaca jenis ini adalah pembaca yanag kurang efektif.

Ada tiga macam tipe pembaca ini, yaitu 1. Pembaca yang membaca dengan suara keras (nyaring)pada seluruh bacaan, 2. Pembaca yang hanya bergumam, 3. Pembaca yang mengikuti baris-baris bacaannya dengan gerakan mulut (tidak bersuara). Semuanya dapat dikatakan kurang efisien.
  
2.       Tipe pembaca bergerak
Yang dimaksud dengan tipe pembaca bergerak adalah pembaca yang dalam perbuatan membacanya diikuti oleh gerak-gerik sebagian anggota badan, baik disengaja maupun tidak. Contohnya: membaca sambil menggigit-gigit ujung alat tulis,membaca sambil menggoyang-goyangkan kaki. Secara prinsip, factor ini tak mengganggu benar. Akan tetapi, menghilangkan kebiasaan ini akan menambah konsentrasi terhadap bacaan lebih sempurna.

3.      Membaca sambil tiduran ( berbaring )
Cara membaca ini jelas merupakan kebiasaan membaca yang jelek. Terutama ditinjau dari segi kesehatan mata. Dengan membaca sambil tiduran, mata dipaksa bekerja lebih keras. Kelelahan mata adalah efek langsung dari cara membaca semacam ini.


4.       Tipe pembaca yang tak berkonsentrasi
Ini juga salah satu kelemahan dari beberapa orang pembaca. Secara fisik seseorang sedang membaca. Pada baris-baris berikutnya tujuan membaca beralih menjadi berkhayal, perbuatan itu dilakukan dengan tidak disadari. Dan ini biasanya telah membudaya. Baru setelah ia sadar kembali, diteruskannya kegiatan membacanya. Inilah yang dimaksud dengan tipe pembaca yang tidak berkonsentrasi.

5.      Teknik membaca skaning
            Sejalan dengan tujuannya, ingin mengetahui isi buku secara menyeluruh dengan cepat, membaca skaning  (scanning) sangat beruntung pada waktu. Jadi, seberapa banyak waktu tersedia.
Jadi, jika ingin memperoleh gagasan pokok bacaan ( buku )  secara tepat dan efisien, maka teknik skaninglah yang akan digunakan.
Langkah-langkah yang bisa ditempuh adalah sebagai berikut:
·         Lihat daftar isi dan kata pengantar secara sekilas
·         Telaah secara singkat latar belakang penulisan buku
·         Baca bagian pendahuluan secara singkat
·         Cari dalam daftar isi bab-bab yang penting. Cari dalam halaman-halaman buku bab yang penting tersebut, kemudian baca beberapa kalimat yang penting
·         Baca bagian kesimpulan ( jika ada )
·         Lihat secara sekilas adakah daftar pustaka, daftar indeks, atau apendiks









MERESENSI NOVEL “ TESSA IN LOVE “


A.   Identitas Buku

Judul                          : Tessa In Love
Penerbit                     : PT.Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit              : 2010
Jumlah alaman        : 211
Warna sampul          : Hijau Kecoklatan
Ukuran sampul        : 15 cm
Harga buku               : Rp.30.000
Urutan cetakan        : yang pertama kali

B.   Latar belakang Pengarang

Nama                                     : Kate Le Vann
Tempat,tanggal lahir              : Doncaster,02 maret 1980
Prestasi                                  : Menulis Koran dan Majalah termasuk cosmo    girl,vegue,company,dan the big  issue
Karya                                      : Trailers dan Bad timming. Tessa In Love adalah                                                novel pertamanya


                                        
A.   Kelebihan dan Kekurangan
a)    Kelebihan

NO
Halaman
Apa kelebiannya ?
1
45
Menggunakan gaya bahasa yang baik “jantungku berdegup,sembari melanjutkan membaca”.
2
46
Menggunakan istilah asing “owh sory”.
3
48
Menggunakan gaya bahasa gaul “ kren skali man “.
4
54
Matahari terlihat indah bersinar keemasan , wajah Wolvie dihiasi garis-garis bayangan sinar matahari.
5
57
Cara menyelesaikan konfliknya dengan temanya sangat baik.
6
209
Cara mengakhiri cerita sangat baik bahwa laki-laki yang Tessa cintai telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

b)    Kekurangan

NO
Halaman
Apa kekurangannya?
1
40
EYD pada kata tersebut seharusnya menggunakan tanda koma bukan tanda strip panjang.
2
41
Terlalu banyak menggunakan tanda ellipsis sehingga membuat para pembaca penasaran.
3
42
Seharusnya pada penulisan teman mudassar bukan begitu tulisannya tetapi “ temanmu dasar “.
4
53
Pada kata “ganjaaaa” tidak menggunakan terlalu banyak huruf “A”.
5
58
Seharusnya pada kata pergi ke… tidak menggunakan tanda ellipsis.
6
62
Pada kalimat “lalu menanyaiku” ganjil sekali dengarnya,
Seharusnya “lalu dia bertanya kepadaku”.
7
72
Terlalu banyak menggunakan “ dan “ sehingga terjadi pemborosan kata.
8
92
Pada kata menelepon seharusnya “menelpon “.
9
208
Aku patah hati dan sedih  ( sad ending ).



B.   Pokok Persoalan atau Tema
 Menceritakan tentang seorang cewek pendiam dan temannya yang sangat gaul.

C.   Jenis Buku
   Fiktif.

                                                                                   Pekanbaru,06 oktober 2011

                                                                                    Peresensi
       Hema Marina Syukriah